Zhalimkah Kita?

ZHALIM. Kata ini sangat terkenal sehingga dengan mudah setiap orang mengucapkannya namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui arti sebenarnya. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita lihat uraian berikut ini.
Kata zhalim berasal dari bahasa Arab, dengan huruf “dho la ma” (ظ ل م ) yang bermaksud gelap. Di dalam al-Qur’an menggunakan kata zhulm selain itu juga digunakan kata baghy, yang artinya juga sama dengan zhalim yaitu melanggar haq orang lain. Namun demikian pengertian zhalim lebih luas maknanya ketimbang baghyu, tergantung kalimat yang disandarkannya. Kalimat zhalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, Melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zhalim tersebut, Read more of this post

Berat Manakah Timbangan Amalmu?

Untuk menentukan antara masuk surga atau neraka, setiap hamba Allah akan melalui proses hisab (perhitungan). Berat manakah antara timbangan amal kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh seorang hamba? Kelak, yaumul hisab itu akan kita lalui. Sudah siapkah kita?bagaimana memanfaatkan sisa usia kita dengan hal-hal kebaikan? Bagaimana caranya memperberat timbangan amal kebaikan kita?

Pernahkah kita berpikir, cukupkah amal-amal kebaikan yang kita lakukan selama hidup mampu mengantarkan kita kepada surga Allah SWT? Lebih banyak mana amal kebaikan dan keburukan yang kita lakukan? Read more of this post

Ketika Allah Memberiku Sakit

Siapa sih orang yang mau sakit? Saya yakin, kalau ditanya satu persatu pasti jawabnya gak mau. Soalnya berat lho menanggung sakit itu. Karena sakit kita tidak bisa sekolah, karena sakit mau kerja ogah-ogahan, karena sakit mau ngapa-ngapain males pengennya tidur terus. Itu baru sakitnya, belum ditambah keluhan dan rasa meng’aduh’nya. Komplit. Sudah sakit, mengeluh, jengkel serasa sakit itu semakin berat saja. Sakit flu ringan selama beberapa hari, kadang membuat kita selalu mengeluh. Kenapa sih saya kok sakit? Allah itu gak adil ya? sholat rutin, shodaqoh tiap hari, silaturahim jalan terus tapi kok diberi sakit? Itulah kita. Gak cukup mengeluh, bahkan sempat berprasangka buruk pada Allah. Padahal dalam Islam, tidak boleh lho kita bersikap demikian.

Ternyata sakit itu tidak menyenangkan ya…. Read more of this post

Lembaga Kontrol Itu Bernama Hati

Mengapa dakwah Rasulullah tidak dimulai dari pembenahan ekonomi? Andaikata dilakukan maka Mekah akan mengalami perkembangan yang luarbiasa. Dalam waktu  cepat Mekah akan menjadi kota berperadaban maju menyaingi Romawi dan Persia. Muhammad mampu melakukan ini karena beliau berasal dari kalangan Bani Hasyim yang terkenal kaya. Akan tetapi Rasulullah tidak melakukannya. Mengapa tidak dimulai dari perbaikan kelas sosial? Andaikata dilakukan maka beliau akan mendapatkan banyak simpatik dari kalangan tertindas yang pada waktu itu mendominasi strata sosial di Mekah. Tidak mustahil beliau bisa mendapatkan banyak pengikut dan dijadikan pemimpin bagi mereka. Dengan demikian dakwah akan mudah disampaikan karena beliau telah mendapatkan posisi yang strategis. Tetapi Rasulullah tidak melakukannya. Read more of this post

Dengki, Sifat Tercela Tak Berguna

Tanpa kita sadari kedengkian itu muncul dengan sendirinya dalam hati kita. Merasa susah manakala ada saudara kita yang mendapat rezeki yang berlimpah, merasa gundah ketika tetangga sebelah rumah kita mendapatkan kabar gembira. Tetapi merasa senang apabila orang-orang itu mendapatkan musibah. Wajarkah sifat seperti ini?bagaimana cara menghilangkannya? Kisah-kisah teladan berikut ini sarat akan hikmah berharga yang layak kita jadikan renungan. Terutama bagi kita yang selama ini merasa ada penyakit hati dalam dirinya.

Kedengkian di Era Kenabian

Dengki ternyata sudah ada sejak zaman kenabian hingga sekarang. Pada zaman Adam as, syetan enggan bersujud kepada Adam lantaran beliau akan dijadikan Allah sebagai khalifah di bumi adalah salah satu bentuk kedengkian. Contoh lainnya, ketika Qabil membunuh Habil karena dengki kepada Habil yang memperoleh istri cantik yang semula diidamkannya. Read more of this post

Nabi Juga Meminta Pertolongan Pada Allah

Nabi adalah sosok manusia terpilih yang diberi tugas menyampaikan risalah Allah kepada umat manusia pada zamannya. Proses penyampaian ini tentunya membutuhkan waktu yang panjang. Rintangan yang dihadapi pun tidak kecil karena tidak setiap manusia dengan serta merta menerimanya. Karena itulah Allah memilih orang-orang yang punya kecerdasan lebih di atas rata-rata manusia pada umumnya dan memiliki kekuatan fisik di atas standar sebagai nabi. Sebut saja nabi Musa as. Dalam surat Al qashash ayat 15, ketika Musa memukul salah satu dari dua orang laki-laki yang berkelahi hingga tewas. Ini menandakan bahwa Musa as mempunyai fisik yang kuat dan berbadan besar. Demikian juga, Allah meng-anugerahkan akal yang cerdas kepada nabi Yusuf as. Ketika diberi amanah untuk menjabat sebagai bendaharawan mesir Yusuf as mampu menjalankannya dengan baik. Allah pun mengabadikan kisah Yusuf ini dalam surat tersendiri yaitu surat Yusuf. Read more of this post

Ujian Berat Aisyah ra

Berita yang bernada fitnah itu pun terus menyebar. Mengenai istri Rasulullah s.a.w. ‘Aisyah r.a. Ummul Mu’minin. Peristiwa ini terjadi setelah perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya’ban 5 H. Peperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula ‘Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Karena suatu keperluan Aisyah keluar dari sekedupnya (tandu yang diberi hijab) kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Read more of this post

Abdullah Bin Mubarak At Tamimi, “Aku berniaga untuk menjaga kehormatanku dari para penguasa dan meminta-minta”

Barangkali diantara sekian banyak ulama kaya yang kita kenal dari generasi tabi’it tabi’in, lelaki inilah yang paling kaya. Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa modal bisnisnya mencapai 400 ribu dinar. Dengan harga 1,6 juta rupiah per dinar sekarang ini, itu artinya ia memiliki modal usaha sebesar 640 milliar rupiah.

Modal itu ia kelola dengan melakukan beragam bisnis di beberapa negeri yang ia kunjungi. Dari bisnis perniagaannya itu, ulama satu ini mendapatkan keuntungan yang berlipat. Terkadang 100 ribu dinar. Harta kekayaannya pun terus melimpah ruah. Sebuah pelajaran berharga bagi kita tentang sikap dan perilaku yang benar seorang muslim, yaitu ketika iadidatangi salah seorang sahabatnya, Abu Ali, yang mengira bahwa antara zuhud dan bisnis tak akan bisa menyatu dalam diri seseorang. Abu Ali bertanya,”Engkau mengajari kami untuk berlaku zuhud, tapi kami melihatmu selalu sibuk membawa banyak barang dagangan dari Khurasan ke Tanah Suci. Bagaimana ini?”
Dan simaklah jawabannya Read more of this post

KETEGARAN AYYUB as

Pada masanya, Nabi Ayyub alaihissalam hidup bergelimang dalam kenikmatan duniawi, kekayaan yang berlimpah, mengepalai keluarga besar yang hidup rukun dan damai. Namun, keadaan yang demikian ini tidak membuat Nabi Ayyub tersilau matanya oleh kekayaan yang ia miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawi yang saat itu beliau rasakan. Siang dan malam Ayyub senantiasa berada di mihrabnya melakukan sholat, sujud dan tasyakur kepada Allah atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tidak berhenti menyebut nama Allah berzikir, bertasbih dan bertahmid.

Suatu ketika Iblis berencana menguji keistiqomahan Nabi Ayyub AS dengan berbagai cara licik. Dimulai dengan menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, hewan-hewan ternaknya  mati satu persatu sehingga habis sama sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak menjadi kering dan gedung-gedungnya yang terbakar habis dimakan api, sehingga dalam waktu yang sangat singkat Ayyub yang kaya-raya tiba-tiba menjadi orang miskin. Read more of this post

Puncak Persaudaraan Tertinggi

Perang Yarmuk menyimpan sebuah peristiwa yang menakjubkan yang layak kita renungi. Wujud persaudaraan dan tolong menolong sesama muslim pada tingkat yang paling tinggi. Yaitu mendahulukan saudaranya terhadap suatu hal meskipun dirinya tengah membutuhkan. Padahal ini berkaitan dengan nyawa.

Berikut kisahnya:
Diriwiyatkan oleh Al-Qurthubi bahwa Hudzaifah Al-Adawy berkata: “Ketika terjadinya Perang Yarmuk aku pergi mencari anak pamanku dengan maksud memberinya minum pada saat ia menjelang ajalnya. Ia kutemui dalam keadaan sakaratul maut. Aku dekati sambil membawa bekal minuman dan kutanya: ‘Apakah engkau ingin minum?’ Ia pun mengangguk tanda setuju. Tiba-tiba terdengar olehnya rintihan seorang temannya lalu ia mengisyaratkan agar menemuinya. Ternyata orang tersebut Husein bi’ Ash. Aku bertanya kepadanya  ‘Apakah Anda ingin minum?’ Ia mengangguk tanda setuju. Akan tetapi ia tidak jadi meminumnya ketika terdengar olehnya suara rintihan sahabat lain yang terluka. Aku disuruhnya menemui sahabat tersebut dan akupun menemuinya. Akan tetapi Read more of this post