Masjid Pun Perlu Dikelola

Ketika seseorang menunaikan sholat fardhu di masjid dan mendapati jamaahnya sedikit maka timbul pertanyaan dalam dirinya mengapa masjid sepi dari jama’ah? Apakah karena jamaah malas datang ke masjid dan lebih memilih sholat di rumah? Ataukah karena telah mengalami degradasi semangat? Ataukah karena pengurus masjid tidak kreatif sehingga jama’ah merasa malas datang ke masjid?

Jika masjid mampu diberdayakan dan dikelola dengan baik dan profesional, maka masjid akan menjadi basis kekuatan umat. Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja akan tetapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain semisal pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan wawasan ke-Islaman, Taman Pendidikan Al Quran (TPA) bagi anak-anak, tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan problematika di masyarakat, dan sebagainya sebagaimana fungsi masjid pada saat era Rasulullah SAW dulu.

Selain itu kurang berfungsinya masjid secara maksimal disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang masjid. Perhatian masyarakat terhadap masjid masih berfokus pada penyediaan sarana secara fisik. Padahal pemenuhan kebutuhan non fisik seperti mengaktifkan sholat  berjamaah, mengadakan majelis taklim, ceramah agama, dan kegiatan-kegiatan lain yang berorientasi untuk meningkatan ketakwaan masyarakat kepada Allah adalah lebih utama.

Mengaktifkan kembali majelis taklim dengan tempat pelaksanaannya di masjid adalah cara efektif untuk mengajak masyarakat mau mendatangi masjid. Akan bertambah baik lagi apabila pelaksanaan taklim bisa rutin, sehingga masyarakat akan terbiasa pergi ke masjid. Jika sudah merasa nyaman berada di masjid maka secara otomatis hatinya akan terpaut dengan masjid. Hatinya tidak merasa berat lagi untuk sholat berjamaah di masjid manakala mendengar suara adzan.

Kebersihan masjid juga dapat menjadi faktor pendorong orang mau mendatangi masjid. Sebagaimana sabda rasulullah SAW, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi). Dengan demikian, orang merasa nyaman ketika sholat di tempat yang bersih dan wangi.

Adanya pengurus masjid (takmir) yang memiliki pengetahuan dan pemahaman cukup akan memberikan andil di dalam menyemarakkan kegiatan-kegiatan masjid. Dengan kegiatan yang kreatif dan inovatif akan mampu menyedot perhatian masyarakat. Sehingga akan semakin mudah untuk mengajak masyarakat mencintai masjid.

Sungguh ironis ketika melihat masjid yang notabene ramai oleh jamaah sholat namun kenyataannya jauh dari itu. Bahkan ada masjid yang hanya melaksanakan sholat fardhu tiga (maghrib, isya dan subuh) dari lima waktu. Apakah karena kesibukan masyarakatnya? Tidakkah kita tersadar dari kondisi ini?Bagaimana kondisi masjid di tempat tinggal kita? Wallahua’lam. (sd)

About Admin (sd)
Seorang manusia pembelajar dan pemburu hikmah

2 Responses to Masjid Pun Perlu Dikelola

  1. abu4faqih says:

    Tidak keliru kalo salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari kiamat adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. (HR. Bukhari-Muslim)
    Sesuai dengan fenomena di atas bukan, karena menjadikan hati-hati terikat erat dengan masjid ternyata bukan persoalan ringan.
    Barokallahu fik …

  2. Admin says:

    Ahlan wa sahlan mas Dion (sorry pake nama sebenarnya🙂 )

    Setuju mas….memang tidak ringan tanpi bisa kita lakukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: