Berat Manakah Timbangan Amalmu?

Untuk menentukan antara masuk surga atau neraka, setiap hamba Allah akan melalui proses hisab (perhitungan). Berat manakah antara timbangan amal kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh seorang hamba? Kelak, yaumul hisab itu akan kita lalui. Sudah siapkah kita?bagaimana memanfaatkan sisa usia kita dengan hal-hal kebaikan? Bagaimana caranya memperberat timbangan amal kebaikan kita?

Pernahkah kita berpikir, cukupkah amal-amal kebaikan yang kita lakukan selama hidup mampu mengantarkan kita kepada surga Allah SWT? Lebih banyak mana amal kebaikan dan keburukan yang kita lakukan? Andaikata Allah SWT memberikan balasan setiap kebaikan hanya dengan satu pahala maka rasanya tabungan pahala kita tidak cukup untuk modal masuk surga. Karena antara keburukan dengan kebaikan hampir seimbang atau bahkan lebih banyak keburukan yang kita perbuat selama hidup.  Tapi Allah berkehendak lain kepada hambaNya. Allah SWT menghadiahi kita dengan berlipat-lipat pahala atas setiap kebaikan yang kita lakukan. Dan hanya menghukumi kita dengan satu amal keburukan setiap perbuatan buruk yang kita lakukan. Secara hitungan logis, kita tidak akan tekor terhadap pahala kebaikan kita karena balasan kebaikan berlipat-lipat sedangkan balasan keburukan hanya satu keburukan. Inilah bentuk dari kemurahan Allah SWT yang kebanyakan kita tidak mengetahuinya. Belum lagi kalau kita berniat untuk melakukan keburukan kemudian kita membatalkannya justru kita akan mendapatkan satu pahala kebaikan bukan keburukan. Inilah hebatnya Allah SWT.

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah mencatat semua amal kebaikan dan keburukan”. Kemudian Dia menjelaskan. “Maka barang siapa telah berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Allah mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi. Dan barang siapa berniat amal keburukan namun tidak melakukannya, Allah akan mencatatnya sebagai amal kebaikan yang utuh, dan bila ia berniat dan melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal keburukan.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Dalam mengucapkan salam saja, ada tiga macam pahala yang kita peroleh bergantung dari pengucapannya. “Seseorang datang kepada Nabi sambil mengucapkan ‘Assalamualaikum’, Nabi membalas salamnya dan ia pun langsung duduk, lalu beliau mengucapkan ‘Baginya pahala sepuluh kebaikan’. Lalu datang orang lain kepada Nabi sambil mengucapkan ‘Assalamualaikum Warahmatullah’, Rasul pun membalasnya lalu berkata,’Baginya pahala dua kebaikan’. Kemudian datang orang ketiga mengucapkan,’Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh’, Rasul pun membalas salamnya dan orang itu pun langsung duduk, lalu beliau berkata,’Baginya pahala tiga puluh kebaikan.” (HR. Abu Dawud)

Sungguh Allah itu Maha Pemurah Arrahmaan yang memahami hambaNya. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dalam rangka mengumpulkan pahala yang berlipat-lipat. Karena kita tahu usia kita hanya singkat, justru tanpa disadari kita banyak berbuat khilaf dan salah. Mumpung masih ada waktu, mumpung Allah SWT masih memberikan kita hidup maka jangan disia-siakan. Mari segera berbuat kebaikan secara ikhlas agar nantinya timbangan amal kebaikan kita lebih berat dibanding keburukan yang kita lakukan. Wallahua’lam. (sd)

About Admin (sd)
Seorang manusia pembelajar dan pemburu hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: