Abdullah Bin Mubarak At Tamimi, “Aku berniaga untuk menjaga kehormatanku dari para penguasa dan meminta-minta”

Barangkali diantara sekian banyak ulama kaya yang kita kenal dari generasi tabi’it tabi’in, lelaki inilah yang paling kaya. Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa modal bisnisnya mencapai 400 ribu dinar. Dengan harga 1,6 juta rupiah per dinar sekarang ini, itu artinya ia memiliki modal usaha sebesar 640 milliar rupiah.

Modal itu ia kelola dengan melakukan beragam bisnis di beberapa negeri yang ia kunjungi. Dari bisnis perniagaannya itu, ulama satu ini mendapatkan keuntungan yang berlipat. Terkadang 100 ribu dinar. Harta kekayaannya pun terus melimpah ruah. Sebuah pelajaran berharga bagi kita tentang sikap dan perilaku yang benar seorang muslim, yaitu ketika iadidatangi salah seorang sahabatnya, Abu Ali, yang mengira bahwa antara zuhud dan bisnis tak akan bisa menyatu dalam diri seseorang. Abu Ali bertanya,”Engkau mengajari kami untuk berlaku zuhud, tapi kami melihatmu selalu sibuk membawa banyak barang dagangan dari Khurasan ke Tanah Suci. Bagaimana ini?”
Dan simaklah jawabannya berikut ini, “Wahai Abu Ali, aku melakukan ini hanya untuk menjaga wibawaku, memuliakan kehormatanku dan menjadikannya sarana untuk memperkuat ketaatanku pada Allah swt. Tidak satu pun hak  Allah yang aku ketahui, kecuali aku segera menunaikannya.” Dia sangat dermawan dan pemurah. Ia menafkahi para fakir miskin 100 ribu dirham pertahun. Ia juga membiayai segala keperluan dan kebutuhan hidup para pencari ilmu. Karena menurut Ibnu Mubarak, “Jika kita menelantarkan para pencari ilmu tentu ilmu mereka akan hilang. Namun, jika kita membantu mereka, mereka akan menyebarkan ilmu kepada umat Muhammad saw. Aku tidak mengetahui ada amal kebaikan yang lebih utama setelah kenabian selain menyebarkan ilmu.”

Itulah pribadi Abdullah bin Mubarok. Dan begitulah perjalanan hidup seorang ulama terkemuka yang juga  disebut sebagai imamnya ahli zuhud. Zuhud tapi kaya hati, kaya harta, kaya ilmu pengetahuan dan kaya perjuangan. Sosoknya yang istimewa sangat layak untuk kita jadikan cermin dalam memperbaiki dan mengevaluasi diri. Wallahua’lam. (sd). (Sumber: Majalah Tarbawi  edisi 246)

About Admin (sd)
Seorang manusia pembelajar dan pemburu hikmah

One Response to Abdullah Bin Mubarak At Tamimi, “Aku berniaga untuk menjaga kehormatanku dari para penguasa dan meminta-minta”

  1. abu4faqih says:

    Subhanallah, semoga kita semua bisa meneladani beliau ya.
    Mohon dukungannya untuk blog usaha keluarga (arisan kita), silakan dilihat di sini: http://harysmart.blogspot.com/
    Baru dibuat dan menunggu kontribusi segera, jazakallah khoir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: