Puncak Persaudaraan Tertinggi

Perang Yarmuk menyimpan sebuah peristiwa yang menakjubkan yang layak kita renungi. Wujud persaudaraan dan tolong menolong sesama muslim pada tingkat yang paling tinggi. Yaitu mendahulukan saudaranya terhadap suatu hal meskipun dirinya tengah membutuhkan. Padahal ini berkaitan dengan nyawa.

Berikut kisahnya:
Diriwiyatkan oleh Al-Qurthubi bahwa Hudzaifah Al-Adawy berkata: “Ketika terjadinya Perang Yarmuk aku pergi mencari anak pamanku dengan maksud memberinya minum pada saat ia menjelang ajalnya. Ia kutemui dalam keadaan sakaratul maut. Aku dekati sambil membawa bekal minuman dan kutanya: ‘Apakah engkau ingin minum?’ Ia pun mengangguk tanda setuju. Tiba-tiba terdengar olehnya rintihan seorang temannya lalu ia mengisyaratkan agar menemuinya. Ternyata orang tersebut Husein bi’ Ash. Aku bertanya kepadanya  ‘Apakah Anda ingin minum?’ Ia mengangguk tanda setuju. Akan tetapi ia tidak jadi meminumnya ketika terdengar olehnya suara rintihan sahabat lain yang terluka. Aku disuruhnya menemui sahabat tersebut dan akupun menemuinya. Akan tetapi ketika aku sampai ditempatnya ternyata ia telah gugur . Kembali aku bergegas menengok Husien, tetapi rupanya ia pun telah syahid. Kemudian aku bergegas pergi menemui anak pamanku. Dan ternyata ia telah syahid menemui Allah Azza wa Jalla. Akhirnya tidak seorang pun dari ketiga sahabat tadi sempat minum air yang aku tawarkan kepadanya karena mereka masing-masing lebih mengutamakan kepentingan saudaranya daripada kepentingan dirinya sendiri. ”

Kisah di atas barangkali langka kita temukan di kehidupan sekarang ini. Rasa persaudaraan kita sesama muslim terasa mulai luntur. Sehingga menyebabkan rasa saling menanggung beban dan tolong menolong antar kita menjadi sesuatu yang jarang ditemui. Wallahua’lam.(sd)

About Admin (sd)
Seorang manusia pembelajar dan pemburu hikmah

4 Responses to Puncak Persaudaraan Tertinggi

  1. abu4faqih says:

    Saya sependapat, apalagi ketika kondisi keluarga tidak memungkinkan untuk itu😦 … (sering menjadi alasan kuat karena keluarga lebih prioritas)
    “Itsar” … sikap yang hilang dengan cepat sekarang.

  2. Admin (sd) says:

    Pemahaman tentang itu memang butuh proses mas….bersabar dan berdoa adalah kuncinya. Wallahua’lam

    Terimaksih kunjungannya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: