Siapapun Kita Ada Amanah Yang Harus Ditunaikan

Allah Subhanahuwata’ala menciptakan kehidupan ini penuh ragam. Masing-masing manusia mempunyai peran sendiri dalam menjalani hidup ini. Satu sama lain saling membutuhkan. Namun, sebenarnya ada amanah yang harus kita tunaikan sesuai peran yang kita emban. Bagi orang tua, tugas mendidik dan mengasuh anak adalah amanah yang harus ditunaikan dengan baik.

Karena anak adalah anugerah Allah SWT, tempat meneruskan cita-cita dan keturunan. Anak adalah titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Dalam masalah ini, marilah kita meneladani sikap Nabi Zakaria as dan Nabi Ibrahim as. Kedua Nabi ini senantiasa berdoa kepada Allah Maha Pencipta. “Ya Rabbana, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami. Jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 25:74). Namun, akhir-akhir ini begitu sering kita mendengar, anak justru seringkali menjadi sasaran kemarahan orang tua, seorang ibu begitu teganya membuang bayi yang baru saja dilahirkan. Di sisi lain, ada juga orang tua yang menjadikan anak bagai barang rebutan. Na’udzubillah. Sudah sedemikian tipiskah rasa sayang orang tua pada anaknya, padahal amanah mendidik dan merawat anak itulah yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan di mahkamah Allah, kelak. Bagi seorang pemimpin, mensejahterakan rakyatnya, memimpin dengan adil, tidak melakukan korupsi adalah amanah-amanah yang harus diemban dengan baik. Khalifah Umar bin Abdul Azis layak kita jadikan teladan. Beliau rela berbincang dengan tamunya dalam keadaan gelap hanya karena biaya bahan bakar lampunya berasal dari kas negara. Maka tidak heran, selama kepemimpinan beliau, rakyatnya enggan menerima zakat karena merasa telah mampu dan sejahtera. Namun sebaliknya, apabila amanah kepemimpinan ini tidak dilaksanakan dengan baik maka kehancuran akan datang sebagaimana hadits Rasulullah saw “Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya…” (HR. Bukhari-Muslim). Sama halnya dengan pegawai atau karyawan, ada amanah di pundak kita. Menjaga jam kerja untuk kepentingan pekerjaan, memperlakukan bawahan dengan baik, berlaku jujur di setiap tindakan adalah amanah-amanah yang mesti ditunaikan dengan baik. Begitu sering kita dengar, pegawai negeri sipil (PNS) masih sempat belanja di mall, menjemput anaknya di sekolah di sela-sela jam kerjanya. Kebiasaan yang tidak baik ini akhirnya menimbulkan dampak buruk terhadap sistem birokrasi di negara kita. Amanah merupakan tuntutan iman dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dalam diri seseorang. Sesuai sabda nabi SAW “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban). Wallahua’lam. (sd)

About Admin (sd)
Seorang manusia pembelajar dan pemburu hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: